Modal Sosial

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
122Editorial.jpg

Victor Silaen
(www.victorsilaen.com)

TERNYATA masih banyak hal yang baik yang kita miliki selaku bangsa yang telah lama hidup di dalam ketidakbenaran ini. Salah satunya adalah modal sosial.
Hari-hari ini, di tengah memun-caknya ketidakpercayaan kita kepada aparat penegak hukum dan para pemimpin yang sibuk me-ngejar kepentingannya sendiri, kita bertemu dengan banyak orang biasa di berbagai pelosok Indonesia yang masih memiliki cinta dan kepedulian besar kepada sesama yang menderita.

Adalah Prita Mulyasari, seorang ibu muda yang tengah diproses hukum akibat berkeluh-kesah di media maya tentang pengalaman buruknya dirawat di Rumah Sakit Omni Internasional (RSOI), Alam Sutera, Tangerang Selatan. Akibat curahan hati lewat sebuah surat elektronik, yang kemudian disebar ke publik di berbagai mailing list itu, ia ditahan di Lembaga Pemasyara-katan Wanita, Tangerang, sejak 13 Mei 2009 karena dituduh melaku-kan pencemaran nama baik terha-dap pihak RSOI.

Ceritanya begini. Prita merasa di-bohongi dengan diagnosa demam berdarah saat dirawat di RSOI pada pertengahan Agustus 2008. Bela-kangan dokter di RS swasta itu mengatakan Prita hanya terkena virus udara. Tak hanya itu, dokter memberikan berbagai macam suntikan dengan dosis tinggi, sehingga Prita mengalami sesak nafas. Saat hendak pindah ke RS lainnya, ia mengajukan komplain karena kesulitan mendapatkan hasil lab medis. Namun, karena keluhan-nya kepada RSOI tak pernah di-tanggapi, ia mengungkapkan kro-nologi peristiwa yang menimpanya kepada teman-temannya melalui surat elektronik dan berharap agar hanya dia saja yang mengalami hal serupa.baca selanjutnya,..

Categories: Modal, Sosial.

Kasus Menara Swiss, Jadi Pelajaran

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
menara-masjid-quba.jpg
Reformata.com – Syalom, dan selamat memasuki tahun 2010. Saudara terkasih dalam nama Yesus, prediksi yang beredar menjelang memasuki tahun yang baru penuh gambaran yang serba suram.
Tetapi Saudara tercinta, prediksi tetaplah prediksi, rencana tetaplah rencana, tetapi semua yang akan terjadi hanya Tuhan jualah yang akan menentukan. Hanya Dialah yang berkuasa dan berdaulat atas segala prediksi dan rencana umat manusia. Maka dekatkanlah dirimu hanya ke hadirat-Nya. Serahkan segala rencana, dan bahkan rasa khawatirmu kepada Yesus Tuhan, niscaya perjalanan hidupmu akan terasa lempang.
Dalam edisi pembuka di tahun 2010 ini kami mengulas isu heboh yang terjadi di Swiss. Swiss adalah negara kecil di Eropa, namun penduduknya makmur. Swiss juga salah satu negara yang aman, nyaman, dan serba teratur. Namun beberapa waktu lalu, merebak berita tentang tidak diperboleh-kannya pembangunan menara mesjid di negeri berpenduduk mayoritas beragama kristiani ini.
Sebagaimana negara di Eropa, Swiss pun menganut paham sekuler. Agama masuk dalam ranah private. Tapi negeri yang damai ini seolah terusik dan menjadi perhatian seluruh dunia gara-gara adanya rencana pembangunan menara mesjid. Sebagai negeri yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), Swiss pun me-nampung banyak penduduk yang beragama non-Kristen, terutama kaum muslim yang tadinya imigran dari Asia dan Afrika. Maka tidak mengherankan jika di sana pun ada beberapa mesjid. Tapi bagi warga muslim, hal itu mungkin masih be-lum cukup, mereka menginginkan agar mesjid itu bermenara. Dan permintaan ini ditolak oleh sebagian besar warga, sehingga diadakan referendum, yang ternyata dimenangkan oleh suara yang menentang didirikannya menara tersebut.baca selanjutnya,..
Categories: Jadi, Kasus, Menara, Pelajaran, Swiss

Jangan Menikah! Jika Takut Ada Masalah

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
marriage-symbol.jpg

Bersama: Bimantoro Elifas

Reformata.comSAYA mau bercerai tapi suami tetap ingin mempertahankan pernikahan. Usia saya 22 tahun dan suami 31 tahun. Usia pernikahan kami 1 tahun, dan sudah 6 bulan ini saya kembali ke rumah orang tua. Kami sudah melakukan konseling dan rasanya memang rumah tangga kami sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Saat ini saya bekerja di biro perjalanan. Suami saya terlalu mengekang dan selalu keberatan dengan pergaulan saya. Sebagai tour guide saya sering melakukan perjalanan dan tentunya memperlakukan tamu tamu saya dengan sebaik mungkin. Ibu saya mendukung keputusan saya, tapi keluarga suami tetap ingin mengupayakan kami bersatu. Keinginan bercerai semakin kuat ketika suami mengancam akan melaporkan saya ke polisi dengan tuduhan berzinah kecuali saya kembali. Dia mendapatkan foto saya sedang mengantar seseorang ke kamar sebuah hotel. Sebuah tuduhan yang mengada-ada karena memang itu salah satu bagian pekerjaan saya. Saya tahu bercerai itu dosa tapi bagaimana lagi? Saya ingin bercerai secara baik-baik
J di Medan

SAUDARI “J” yang terkasih, bercerai secara baik-baik merupakan ungkapan yang bisa muncul ketika permasalahan yang tejadi tampaknya tidak bisa lagi diatasi. Tapi apakah betul bercerai secara baik-baik bisa terjadi? Karena dalam perceraian pasti ada pihak yang merasa disakiti. Perceraian tentunya tidak terjadi begitu saja tanpa ada latar belakang masalah sebelumnya. Saya menghargai keputusan Anda untuk bercerai, apalagi Anda merasa sudah berupaya dengan konseling. Tetapi mari kita coba pikirkan kembali beberapa hal sebagai berikut:
1) Ketika Anda mau menikah apa yang menjadi pertimbangan Anda?. Saya tidak tahu berapa lama Anda berpacaran dan menge-nal calon suami Anda. Ada orang yang menikah karena merasa yakin bahwa calon pasangan merupakan calon yang sangat mengerti di mana dia merasa aman. Tetapi ada juga yang menikah karena tuntu-tan ekonomi, atau ada juga yang menikah karena tuntutan masyara-kat, atau ada yang menikah karena sudah melakukan hubungan sek-sual, dan banyak lagi pertimbangan kenapa orang mau menikah. baca selanjutnya,..

Categories: Ada, Jangan, Jika, Masalah, Menikah, Takut

Larangan Pendirian Menara, Cermin Konflik Peradaban?

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
122Laput-Angel1.jpg
Reformata.com – PELARANGAN pemerintah Swiss atas rencana pendirian menara masjid di negaranya berdasarkan hasil referendum rakyat Swiss sendiri, oleh kalangan kelompok tertentu, dinilai berlebi-han dan berseberangan dengan paham kebebasan yang dianut masyarakat negeri itu. Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto misalnya, menilai, larangan itu menunjukkan sikap hipokrit nilai-nilai liberal Barat. “Di satu sisi, mereka getol berbicara tentang kebebasan beragama, yang nyatanya justru sering menyerang Islam sebagai agama yang tidak toleran. Tapi, di sisi lain Swiss melarang umat Islam membangun menara masjid di sana,” ujarnya.
Kini, kata Yusanto, dengan dike-luarkan keputusan pelarangan pendirian menara masjid itu berarti paradigma Swiss tentang cara pandang atau sistem kehidupan bernegara telah bergeser. “Jika sebelumnya Swiss sering dianggap sebagai contoh negara yang beradab, toleran dan pengusung utama demokrasi liberal, sekarang negara itu secara terang-terangan telah bergabung dengan gelom-bang sentimen anti-Islam yang se-makin menyebar di Eropa. Tampak misalnya, Perancis yang melarang hijab (jilbab), Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menuduh Islam adalah peradaban yang rendah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Ing-gris Jack Straw menyerang niqab, dan lain-lain,” jelasnya.
Kenyataan ini, menurut Yu-santo, adalah sebuah ironi. Dia me-ngatakan, ketika pasukan Barat mempertahankan daerah-daerah atau negara-negara jajahan me-reka di Afghanistan dan Irak de-ngan alasan penyebaran kebe-basan, teloransi, dan demokrasi, sementara di saat yang sama penyebaran intoleransi, kebencian dan xenophobia semakin merebak luas di seluruh Eropa, dan meng-ancam warga muslim menjadi warga negara kelas dua di sana. “Jadi, demokrasi liberal Eropa tampaknya semakin sulit untuk menerima ‘orang lain’,” tandasnya.baca selengkapnya,..

Tahun 2010: Perang Dunia Ketiga!

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
122Nasional.jpg

Seirama dengan ramalan kiamat 2012, muncul pula ramalan tentang Perang Dunia III yang menghancurkan Eropa. Benarkah?

Reformata.com – BELUM lengang perbincangan tentang kiamat 2012 yang dipopulerkan melalui film “2012”, kini menyebar lagi ramalan yang tak kurang mengerikan. Bila kiamat versi Hollywood itu digambarkan terjadi dua tahun ke depan, ramalan tentang perang dunia justru terjadi pada tahun ini, tepatnya November 2010.
Ramalan itu datang dari Vangelia Gushterova, peramal yang diseta-rakan dengan Nostradamus. Juru ramal asal Bulgaria yang meninggal pada 1996 silam ini meramalkan bahwa tahun 2010 ini merupakan tahun kejatuhan Eropa yang diaki-batkan oleh Perang Dunia (PD) III.
Perang Dunia III itu, kata Va-ngelia, diawali dengan perang an-tara negara tetangga yang ber-kembang menjadi besar dan melibatkan banyak negara. Kualitas perang ini pun jauh dari perang-perang sebelumnya, karena mema-kai senjata nuklir dan senjata kimia. Perang ini berlangsung sampai 4 tahun, hingga 2014.
Karena memakai sejata kimia dan nuklir, maka efek destruktifnya sangat besar. Perang ini menghan-curkan hampir semua kehidupan di belahan bumi utara, khususnya Eropa yang menurut dia, pendu-duknya nyaris musnah. Benua Eropa diramalkan hanya akan didiami oleh sedikit orang karena banyak yang musnah akibat perang.
Setelah perang, hampir seba-gian besar penduduk dunia akan mengalami penyakit kanker kulit dan penyakit kulit lainnya akibat radiasi senjata kimia dan nuklir itu. baca selanjutnya,…
Categories: Ketiga, Tahun 2010, dunia, perang

Cara Umum Memahami Keberadaan Tuhan

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
cosmic_planet_born_1024.jpg

Pdt. Poltak YP Sibarani, D.Th*
(www.poltakypsibarani.com)

SALAH satu isu yang paling sering diperbincangkan di dunia ini sepanjang zaman adalah “keberadaan Tuhan”. Ada pihak yang meragukannya, meski-pun lebih banyak yang meyakini-nya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang meyakini bahwa Tuhan adalah sebuah keberadaan yang hidup, bahkan Ia adalah sebuah Pribadi. Memang mengatakan bahwa Tuhan meru-pakan sebuah Pribadi saja tidak cukup, melainkan juga perlu pem-buktiannya. Untuk itu, di bawah ini saya berusaha memopulerkan beberapa cara yang bersifat umum dalam rangka memahami kebera-daan Tuhan, dengan tujuan agar pembaca dapat memahami seka-ligus meyakini keberadaan Tuhan.

Pertama, keberadaan Tuhan didasarkan pada pandangan tentang adanya penyebab utama (causa prima). Segala sesuatu memiliki penyebab atau asal-muasal. Setiap hal ada latar belakangnya. Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semuanya memiliki dorongan (motivasi) dan tarikan (tujuan) dari terbentuknya atau terjadinya sesuatu. Apa saja. Apakah itu suatu makhluk, benda, rumusan, atau suatu peristiwa. Logika ber-pikir seperti ini tidak harus dimiliki oleh seseorang yang sangat cen-dekia, namun dapat dimiliki oleh setiap orang, bahkan oleh sese-orang yang dianggap terbodoh sekalipun. Sebagai contoh: Hari ini adalah kelanjutan dari hari yang lalu (kemarin); buah keluar dari sebuah pohon; anak lahir dari seorang ibu; pakaian adalah hasil tenunan kain; dan seterusnya. Nah, jika diusut secara historis semua hal di dunia ini, ujung-ujungnya akan berhenti pada suatu penyebab utama. Semua hal di dunia ini memiliki “benang merah”. Ujung dari “benang merah” inilah yang sering disebut sebagai causa prima. Causa prima tidak hanya menyebabkan atau memunculkan yang bersifat kebendaan, melainkan juga yang hidup atau bergerak-gerak. Causa prima juga dipahami sebagai sesuatu yang “hidup”. Itulah Tuhan. Causa prima adalah Tuhan.baca selanjutnya,…

Categories: Cara, Keberadaan, Memahami, Tuhan, Umum

Swara Genta Memenuhi Hati Setiap Jemaat

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
Liputan-Swara-Genta.jpg
Reformata.com - RATUSAN jemaat memadati ruang Sintanada Sentranusa Musik, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyaksikan Konser Pengucapan Syukur Sepuluh Tahun “Swara Genta”, yang digelar pada 12 Desem-ber 2009. Mereka tampak terpukau oleh lagu-lagu yang dibawakan sekelompok pemuda Gereja Kristen Indonesia (GKI) Rawamangun, Jakarta itu. Belasan lagu yang ditampilkan malam itu sungguh menggugah perasaan setiap jemaat, melukiskan kede-katannya dengan kuasa Allah yang senantiasa berkarya pada setiap waktu.

Ungkapan syukur jemaat karena “Swara Genta” masih te-tap eksis hingga kini. Lebih dari itu, keberadaan pa-duan suara ini me-mang nyata ber-kenan di hati se-tiap jemaat yang menyaksikan dan mendengar lagu-lagu mereka. Se-tiap bulan seper-tinya mereka dinanti-nantikan oleh jemaat. “Keberadaan kami hanya melayani Tuhan. Karena keya-kinan itu, maka pengalaman pasang surutnya perjalanan Swara Genta selama ini, semuanya kami serahkan kepada Dia. Memang, buktinya hingga kini kami tetap hadir di tengah jemaat GKI Rawamangun,” ujar Taufan Wirjon, pelatih 2 Swara Genta.baca selanjutnya,..

Categories: Genta, Hati, Jemaat, Memenuhi, Setiap, Swara

Pasto, Menjadi Anak Tuhan Harus Kreatif

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
Pasto,-Menjadi-Anak-Tuhan-Harus-Kreatif.jpg
Reformata.com – PASTO, grup musik yang didirikan pada 2002, awalnya beranggota empat orang yaitu Bayu, Rudolph, Meltho, dan Ryan. Terbentuknya grup ini ber-awal dari berbagai pentas musik, salah satunya Java Jazz 2006-2007. Pasto terbentuk lewat ajang pen-carian bakat “Bintang Cari Bintang” yang ditayangkan salah satu sta-siun TV swasta pada 2002. Nama Pasto digagas oleh artis Glenn Fredly yang artinya adalah sesuatu yang mempunyai spirit tidak mengenal lelah. Sebelumnya, ber-sama Maia sebagai produser, Pasto dengan format barunya, Ryan dan Meltho berhasil meramaikan dunia musik Indonesia dengan menge-luarkan single “Aku Pasti Kembali” milik grup Ratu dengan aransemen berbeda.
Saat ditemui di sebuah studio di wilayah Jakarta Timur, Pasto ber-cerita tentang aktivitasnya yang semakin padat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini Pasto sedang mempersiapkan penyele-saian tahap akhir untuk album keduanya yang hampir rampung. Pada album yang dipersiapkan selama kurang lebih enam bulan ini tema yang diangkat masih sepu-tar cinta. Karena memang lagu dari single-single sebelumnya bertema cinta. Tentu saja lagu-lagu ber-tema cinta tersebut diwarnai dengan ciri khas dari Pasto yang cukup menonjol, yakni titik kon-sentrasi mereka dengan menyu-guhkan lagu dalam komposisi suara yang tepat dan benar. Hal ini tentunya tidak terlalu sulit bagi Pasto mengingat Meltho adalah seorang guru les vokal. Menjadi lebih menarik lagi karena ternyata Pasto juga memiliki kemampuan dalam menciptakan dan meng-aransemen sendiri beberapa lagu yang ada dalam album mereka.
Pasto bercerita bahwa pada menjelang penutupan tahun 2009 mereka memiliki aktivitas yang berbeda dari tahun-tahun sebe-lumnya. Pada tahun-tahun sebe-lumnya di bulan Desember Pasto terbiasa melakukan aktivitas yang padat dengan pelayanan di ge-reja, karena banyaknya undangan melayani yang berhubungan dengan perayaan Natal. Ditambah Pasto juga tentunya harus mem-persiapkan diri dalam perayaan Natal bersama keluarga masing-masing. Pada tahun ini Pasto juga harus memberikan waktu lebih untuk pembuatan album terbaru-nya namun tanpa harus mengu-rangi jadwal pelayanannya yang juga adalah prioritas bagi Pasto. Group Vokal Duo ini pun bercerita bahwa di samping pelayanan me-reka, Meltho dan Ryan sering kali menjalani ibadah Minggu bersama.baca selanjutnya,..
Categories: Anak, Harus, Kreatif, Menjadi, Pasto, Tuhan

Pdt. Imanuel Kristo, Jadilah Gereja yang Sadar Media!

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
Pdt.-Imanuel-Kristo,-Jadilah-Gereja-yang-Sadar-Media!.jpg
PERASAAN diterima dan dicintai, melalui perhatian serta teguran lembut orang lain, dapat menjadi pemicu peru-bahan seseorang, yang berkepriba-dian keras sekalipun. Hal ini dialami oleh Pdt. Imanuel Kristo. Pria kela-hiran Cirebon, 31 Desember 1966 ini, mengenang masa remajanya di SMA. Di masa remaja itu, dia tidak pernah takut, dan merasa bisa melakukan apa saja, apalagi dia menyandang predikat sebagai pemenang karate tingkat nasional. Hal ini membuat Imanuel muda tidak peduli dengan orang lain.
Di suatu kesempatan Imanuel melakukan kesalahan. Waktu itu dia berpikir akan diadili atau dima-rahi di depan kelas oleh gurunya. Namun seorang guru yang bijak-sana memanggilnya seusai jam se-kolah dan berkata dengan lembut, “Boleh saya berdoa buatmu?” Pertanyaan yang sangat lembut ini mampu menghancurkan kekerasan pribadinya. Itu menjadi titik perubahan bagi Imanuel, di mana dia mampu melihat kebaikan seorang guru yang mengasihinya.
Imanuel mulai berpikir, “Jika se-orang guru yang juga anggota mejelis gereja bisa sebaik itu, apalagi seorang pendeta”. Inilah yang menuntun Imanuel memiliki kerinduan untuk menjadi seorang pendeta. Padahal sebelumnya dia bercita-cita menjadi pegawai kan-toran, berpenampilan rapi, bekerja di ruangan bersih dan ber-AC.

Jejak awal kependetaan
Tahun 1990, Imanuel menyele-saikan studi teologi di STT Duta Wacana, Yogyakarta. Setelah itu dia melayani di GKI Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada 1991. Imanuel menikmati pembelajaran dengan bertemu banyak orang yang berpotensi. Melayani bersama pendeta-pendeta senior dan rekan-rekan pelayan/penatua de-ngan beragam kemampuan. Tahun 1992, Imanuel melanjutkan pelaya-nan menjadi calon pendeta. Sete-lah ditahbiskan menjadi pendeta pada 1994, Imanuel tetap melayani di pelayanan konsistorium, pelaya-nan sinodal, sebagai anggota komisi pengajaran teologi, dan pendeta konsulen di GKI.baca selanjutnya,..

Bau Mulut yang Mengganggu Lingkungan

Januari 20, 2010 kedung Tinggalkan komentar
bau20mulut_ok1.jpg

dr. Stephanie Pangau, MPH

Dok, saya saya seorang perempuan usia 21 tahun dan saat ini punya permasalahan yang sangat mengganggu. Saya mau nanya nih. Kenapa ya nafas saya sangat berbau tidak enak, sehingga saya sering harus menutup mulut saya dengan tangan atau makan permen. Karena rasanya malu sekali dengan keadaan saya ini yang bisa mengganggu “ketenteraman lingkungan”. Saya ingin sekali terbebas dari masalah yang sangat menjengkelkan ini. Dan sudah banyak cara yang sudah saya tempuh, tapi belum terlihat hasilnya.
Pertanyaan saya: Apakah penyebab penyakit saya ini, dan bagaimana cara mengatasinya? Atas jawaban dan perhatian Ibu Dokter, saya ucapkan banyak terimakasih. Sekian.baca selanjutnya,..
Categories: Bau, Lingkungan, Mengganggu, Mulut, yang